Sahabat

Sabtu, 23 Oktober 2010


Apa yang kita alami demi teman terkadang melelahkan, terkadang juga menjengkelkan, tapi semua itu yang membuat persahabatan menjadi indah. Persahabatan terkadang sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi hanya persahabataan yang sejadi yang dapat mengatasi cobaan itu bahkan tumbuh bersama karenanya. Persahabatan itu tidak terjalin secara otomatis , tetepi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikian sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur, disakiti,diperhatikan, dikecewakan, didengar, diabaikan, namun semuanya itu tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolonagn dan pernyataan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya, karena tidak ada persahabataan yang diawali sikap yang egois.

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri . Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita.

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada didalam kesulitan.Siapa yang berada di samping anda ? Siapa yang ingin bersama anda saat anda tidak bisa memberi apa-apa? Hargailah dan peliharalanh selalu persahabataan anda.

0 komentar:

Posting Komentar